Bedah LKPJ Gunungkidul 2011

Category: Jurnal 11 0

DalamLKPJ Gunungkidul Tahun 2011,  alokasi anggaran untuk kunjungan kerja(kunker) keluar daerah serapannya mencapai 84% atau sebesar Rp.4,5 Milyar dibandingkan dengan perencanaan sebesar Rp.4,7 Milyar. Agenda-agenda kunker keluar daerah dibanyak daerah menjadi ajang “plesiran” bagi elite daerah. Tidak pernah ada upaya pertanggungjawaban kepada public atas agenda kunker yang sudah dilakukan. Apa manfaat yang didapatkan dari kunker dan sejauh mana berdampak terhadap perbaikan kinerja DPRD dan fungsi-fungsi yang dilakukan oleh DPRD. Misalnya DPRD mampu melakukan fungsi pengawasan anggaran, sehingga benar-benar mampu memutuskan kebijakan anggaran yang berpihak kepada masyarakat miskin. Agenda kunker menjadi penting untuk meningkatkan kapasitas anggota DPRD, namun akan menjadi tidak bermanfaat ketika hasil capacity building tersebut tidak digunakan untuk menetapkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.

Hal tersebut menjadi menjadi salah satu pembahasan oleh Srawung (Sarana Rembug Warga untuk Gunungkidul) saat bedah LKPJ GK 2011. Jika dibandingkan dengan program untuk pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak yang hanya sebesar Rp.146 juta, maka alokasi anggaran untuk kunker seharusnya bisa dikurangi, dan bisa untuk realokasi anggaran untuk pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, dimana persoalan terkait isu tersebut masih banyak terjadi di Gunungkidul. program kebutuhan air bersih untuk keluarga miskin, dari alokasi anggaran sebesar Rp.491,8 juta, terealisasi sebesar Rp.326,27 juta. Ironi ini harus segera dirubah, dengan mengurangi anggaran yang boros, dan mengalokasikan anggaran yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan mengatasi persoalan yang ada di Gunungkidul.

Jadilah yang pertama membagikan kabar ini ^_^

Related Articles

Add Comment