Diskusi IDEA seputar Industri Ekstraktif

Category: Advokasi Hak Ekosob, Berita Komunitas 5 0

Bekerja sama dengan Magister Administrasi Publik (MAP) Universitas Gadjah Mada (UGM), Pasca Sarjana Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Airlangga (FISIP UNAIR), Samdhana Institute, dan Revenue Watch Insitutute, Institute for Development and Economic Analysis (IDEA) menyelenggarakan dua diskusi terbatas dan dua bedah buku Escaping the Resource Curse (Berkelit dari Kutukan Sumberdaya Alam). Diskusi pertama diselenggarakan pada tanggal 3 Desember 2008 di MAP UGM, dengan tema “Rumusan strategi mendorong transparansi dan akuntabilitas aliran dana publik dalam industri ekstraktif” yang dihadiri oleh: Agus Pramusinto (MAP UGM), Nunuk Dwi R (MAP UGM), Ambarsari Dwi Cahyani (PATTIRO), Suparlan (Walhi Yogyakarta), Ridaya LON (PWYP Indonesia), Kusno (Radar Jogja), dan IDEA. Diskusi dimoderatori oleh Rinto Andriono (IDEA).

Diskusi kedua, diselenggarakan tanggal 4 Desember 2008 di MAP UGM dengan tema “Kebijakan APBD yang Partisipatif, Transparan, dan Akuntabel”. Diskusi ini dihadiri oleh: Erwan Agus P (MAP UGM), Sudarmadji (Pusat Studi Energi UGM), George Junus Aditjondro, Mustofa Ali Mohammad (Subdin Tambang Pemkab Kulon Progo), Dr. Purwo Santoso (FISIPOL UGM), Abdul Halim (Fakultas Ekonomi UGM), Fadmi Sustiwi (SKH Kedaulatan Rakyat), Ridaya LON (PWYP Indonesia), dan IDEA. Diskusi dimoderatori oleh Valentina Sri Wijiyati (IDEA). 

Dari kedua diskusi itu kemudian diambil rumusan yang dibawa ke dalam acara bedah buku “Berkelit dari Kutukan Sumber Daya Alam (Escaping The Resource Curse)”. Bedah buku pertama dilakukan di lantai 3 LPP (Lembaga Pendidikan Perkebunan) Convention Hall dengan narasumber : Suparlan (Walhi Yogyakarta), Ridaya LON (PWYP Indonesia), Rinto Andriono (IDEA), Hieronimus Marut (DPRD Kabupaten Manggarai), Tasdiyanto Rohadi (Kantor Lingkungan Hidup Yogyakarta), dan Adnan Widodo (Bappeda Kabupaten Kulon Progo)

Bedah Buku kedua diselenggarakan di Ruang Seminar Gedung C, Fisip Unair UNAIR Surabaya pada tanggal 22 Desember 2008. Diskusi menghadirkan Carolus Tuah (Pokja 30 Samarinda), Ridaya LON (PWYP Indonesia), Joko Susanto (FISIP UNAIR), Agus Pramusinto (MAP UGM) dan Siti Maemunah (JATAM).(*)

Jadilah yang pertama membagikan kabar ini ^_^

Related Articles

Add Comment