Mewujudkan APBDesa yang Aksesibel

Category: Advokasi Hak Ekosob, Aktifitas 111 0
Peserta masing-masing kelompok terlihat serius saat menyiapkan rencana publikasi dokumen anggaran yang aksesibel, Rabu (28/01). Dok: IDEA

Gunungkidul, IDEA – Sebagai komitmen mewujudkan penyediaan dokumen anggaran yang transparan dan aksesibel di desa dampingan, IDEA menyelenggarakan workshop bertajuk “Menyiapkan Dokumen Anggaran yang Aksesibel”, Rabu (28/01). Pelatihan yang berlangsung di Desa Beji, Kecamatan Patuk, Gunungkidul ini  melibatkan perangkat dari tiga desa, yakni desa Beji, Plembutan serta Nglipar.

Selain perangkat desa, peserta yang terlibat dalam kegiatan ini ialah kelompok rentan seperti paguyuban Srikandi Beji, Mitra Sehati Nglipar serta Mutiara Plembutan. Ketiga Kelompok rentan tersebut merupakan Mitra IDEA dalam program Advocating for Change (AFC) di tiga kecamatan berbeda di Kabupaten Gunungkidul.

Menurut Ignatius Kleruk Mau, workshop ini merupakan lanjutan dari kegiatan tahun kemarin yang bertujuan untuk membangun kerjasama antara kelompok dampingan dengan desa dalam  membuat anggaran, dokumen APBDesa 2018, serta rancangan media yang isinya ringkasan APBDesa.

“Nanti supaya disepakati dan bisa membuat satu format publikasi dokumen anggaran yang transparan dan aksesibel. Semuanya untuk memudahkan masyarakat dalam membaca dan mengetahui isi APBDesa,” kata fasilitator sekaligus pegiat IDEA itu.

Lebih lanjut, menurut Ignas, melalui program AfC ini, diharapkan dapat meningkatkan kapasitas penyandang disabilitas dan kelompok rentan lainnya tentang manajemen keuangan publik, proses pemerintahan daerah yang inklusif, baik dari perencanaan hingga implementasi anggarannya.

Hal tersebut seperti dijelaskan dalam kerangka acuan kegiatan ini, yakni bahwa salah satu bentuk peningkatan pemahaman tentang manajemen keuangan publik adalah kemampuan membaca dokumen anggaran dan keterbukaan pemerintah untuk mempublikasikan dokumen anggaran yang memudahkan masyarakat luas, terutama kelompok rentan dan disabilitas.

Lebih jauh, dampak yang diharapkan dari kegiatan ini juga untuk membangun kerjasama antara pemerintah desa dengan kelompok rentan, sehingga tercipta pembangunan yang inklusif.

Budi, kasie pelayanan desa Beji yang mewakili kepala lurah menyampaikan apresiasinya terhadap workshop ini, dirinya secara terbuka berterimakasih atas terlaksananya kegiatan ini. Menurutnya, ini bisa membantu pemerintah desa dalam mewujudkan penyediaan dokument anggaran yang aksesibel.

“Dengan adanya pendampingan ini, mudah-mudahan APBDesa menjadi bisa transparan,” ujarnya saat memberi sambutan.

Sementara itu, Eko Budi Marwanto mengungkapkan, bahwa kegiatan ini memang sudah dilakukan sejak tahun lalu, hanya saja untuk tahun ini, menurutnya, dilakukan lebih awal agar hasil pembuatan APBDesanya bisa lebih cepat dipublikasi.

“Ini dilakukan lebih awal agar proses percetakan juga lebih cepat. Diharapkan awal bulan maret sudah bisa selesai,” kata fasilitator sekaligus Project manager AFC dari IDEA itu.

Eko juga menyampaikan perlunya review terhadap APBDesa tahun 2017 lalu. Review itu, kata Eko dilakukan, selain untuk bahan membuat transparansi dokumen anggaran yang tepat,  juga sebagai bahan persiapan untuk penyusunan tahun 2018.

“Kita akan review mengenai apa saja yang menjadi hambatan dalam penyusunannya,” tuturnya.

Terkait isi, kata Eko bisa dikordinasikan dengan pihak pemdes. Namun, menurutnya tetap ada kebutuhan untuk melakukan evaluasi.

“Kebutuhan evaluasi ini untuk melakukan kritik terhadap pihak pemdes dan masyarakat,” ujar Eko.

Sesuai target, di akhir workshop, peserta didampingi fasilitator, membuat gambaran publikasi APBDesa. Kesepakatannya, publikasi akan disajikan dalam bentuk banner dan poster. Para peserta yang dibagi  menjadi tiga kelompok tersebut, masing-masing mengusulkan rancangan desain publikasinya, seperti jumlah umum anggaran desa, grafik komposisi pendapatan dan belanja desa, anggaran per bidang, serta karikatur untuk mempermudah pembaca.

Kontributor: MDU, FAF

Editor: AH

Jadilah yang pertama membagikan kabar ini ^_^

Related Articles

Add Comment